Vitamin adalah kebutuhan yang diperlukan setiap manusia. Memenuhi kebutuhan vitamin sangat penting, apalagi pada fase pertumbuhan awal anak. Vitamin untuk anak dibuat dalam beberapa bentuk yang memudahkan anak untuk mengkonsumsinya, misalnya sirup dan jelly yang kenyal. Mungkin pernah terpikir tentang vitamin anak yang bisa dicampur makanan?
Hal ini sebenarnya bisa dilakukan dengan sumber vitaminnya sendiri. Inilah beberapa sumber vitamin yang dibutuhkan anak untuk dicampur dalam makanan dan bisa dikonsumsi secara aman. Penasaran? Yuk, simak!
1. Vitamin A
Vitamin ini berperan dalam menjaga kondisi mata, memelihara kesehatan kulit hingga mendukung pertumbuhan optimal pada anak. Sumber yang tinggi vitamin A adalah wortel dan bayam. Meski begitu, masih banyak anak yang tidak menyukai rasa dari sayuran ini sehingga perlu beberapa percobaan untuk mencampurkan sumber vitamin ini ke dalam makanan.
Sayuran ini bisa dicampurkan ke dalam makanan yang disukai anak-anak, misalnya telur dadar atau nasi lembut dengan potongan kecil-kecil. Warna yang terang dapat membuat makanan nampak semakin menarik dan meningkatkan nafsu makan pada anak.
2. Vitamin B
Ada banyak jenis dari vitamin B, seperti B1 hingga B12. Fungsi utamanya merubah makanan menjadi energi, menjaga fungsi organ tubuh, dan membentuk hemoglobin yang dapat mengalirkan oksigen menuju seluruh tubuh. Vitamin anak yang bisa dicampur makanan bisa dilakukan dengan memanfaatkan sayur tinggi vitamin B.
Beberapa diantaranya seperti brokoli, kacang polong, buncis, dan lainnya. Meski sayur hijau kurang disukai anak, bahan ini bisa dicampurkan dalam makanan seperti kue sehat, nasi goreng, atau orak-arik telur sesuai kreasi.
3. Vitamin C
Kekebalan tubuh menjadi isu yang banyak mendapat perhatian terutama di masa pandemi seperti sekarang. Vitamin C berperan dalam membentuk kekebalan ini (antibodi). Sumber makanan tinggi vitamin C banyak berasal dari buah dan sayur.
Stroberi, lemon, tomat, brokoli, jeruk, jambu biji. Buah-buahan yang kurang disukai anak dapat dijadikan menu kreatif seperti es campur, sorbet buah atau puding. Sayur bisa dipotong kecil kemudian dicampur dalam mie goreng atau menu lain yang disukai anak.
4. Vitamin D
Fungsi vitamin D berperan untuk menjaga kesehatan tulang serta gigi dengan mempertahankan kecukupan kalsium serta fosfor dalam tubuh. Vitamin D bisa didapatkan dari berbagai jenis ikan seperti sarden, tongkol, salmon, serta hati ayam. Bahan-bahan ini belum tentu disukai anak, namun bisa dicampurkan dengan makanan yang mudah dicerna anak seperti nasi gurih, pasta, atau ditumis bersama dengan ayam atau telur yang lebih ramah di lidah anak-anak.
5. Vitamin E
Sebagai vitamin pendukung, fungsi dari vitamin E adalah memperbaiki daya tahan tubuh anak. Selain itu juga dapat membantu proses bertumbuhnya anak dengan menjaga pembuluh darah tetap lancar. Sumber vitamin E seperti bayam, brokoli, gandum, hingga kacang almond. Bahan ini bisa dibuat menjadi makanan yang disukai anak.
Contohnya, gandum dicampur dengan sereal dan susu. Kacang almond dicampur dalam puding. Sayur brokoli bisa dibentuk dengan potongan dan kreasi yang unik atau dicampurkan dalam nasi campur warna warni. Bisa juga memasak bayam yang lembut bersama bakso, sosis, atau telur menjadi sup yang mudah dicerna.
Itulah daftar vitamin anak yang bisa dicampur makanan. Mencampurkan vitamin ke dalam makanan tidak dijelaskan secara spesifik oleh dokter, namun banyak yang menyarankan untuk memakai sumber vitamin yang lebih alami seperti makanan sehat. Buah, sayur, lauk, dan sebagainya bisa menjadi pilihan. Tentunya dengan terlebih dulu mencari informasi seputar kebutuhan vitamin anak dan makanan yang dapat memenuhinya.

: